📰
Berita Terkini
Informasi terbaru untuk pembaca INDOMETRO News
UPDATE 10 MENIT
Memuat berita terbaru...

Cerita Singkat Transmigrasi di Sungai Lilin

 Cerita Singkat Transmigrasi di Sungai Lilin 



Transmigrasi di Sungai Lilin, idm news net-

Pada tahun 1981, program transmigrasi hadir di Sungai Lilin. Masyarakat yang datang berasal dari Pulau Jawa, dari Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Jawa Tengah.


Perjalanannya tidak mudah. Seperti yang diceritakan Bapak Suparmin, Kepala Desa Mekar Jadi yang saat itu masih kecil ikut bersama kedua orang tuanya dari Jawa Timur. 


Dari Jawa, mereka berkumpul lalu berangkat menggunakan kereta api menuju Merak, menyeberang dengan kapal, melanjutkan kereta api hingga ke Kertapati Palembang, dan dari Palembang naik kapal kayu hingga tiba di sekitar Pasar Sungai Lilin sekarang.


Setibanya di sini, warga hanya bisa menanam palawija di lahan yang telah dibagikan. Keterbatasan membuat para bapak harus bekerja di luar. Beruntung, pada tahun 1983 ada proyek pembangunan Jembatan Sungai Lilin dan jalan, yang menjadi tambahan penghasilan bagi warga.


Titik terang hadir sekitar tahun 1991, saat program perkebunan kelapa sawit plasma mulai masuk. Sejak saat itu, perekonomian perlahan tumbuh hingga seperti sekarang.


Hari ini, dari 13 desa di Kecamatan Sungai Lilin, 11 di antaranya adalah desa eks transmigrasi. Desa yang dulunya merupakan kawasan transmigrasi, kini telah berkembang pesat dan masyarakatnya hidup sejahtera dengan perkebunan kelapa sawit sebagai sumber penghasilan utama.


Sebuah bukti bahwa kerja keras dan kebersamaan mampu mengubah hutan menjadi harapan.


Terima kasih untuk para pejuang transmigrasi tahun 1981.


Punya cerita terkait transmigrasi di Sungai Lilin, boleh berbagi di komentar?


Foto : Kondisi desa ekstransmigrasi di Sungai Lilin saat ini.


#SejarahSungaiLilin #SungaiLilin #MusiBanyuasin #Transmigrasi

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

Iklan

 


نموذج الاتصال