KENDAL – Semangat mengabdi dan memberikan manfaat kepada masyarakat menjadi ruh utama Perkemahan Wirakarya Daerah (PWD) XI Kwartir Daerah Jawa Tengah Tahun 2026 yang akan digelar di Pondok Pesantren Darul Amanah, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal.
Mengusung tema “Bergerak Membangun Masyarakat Melalui Karya Nyata”, kegiatan yang berlangsung pada 26 September hingga 1 Oktober 2026 tersebut dirancang bukan sekadar menjadi ajang perkemahan, tetapi menjadi ruang bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk turun langsung, berkarya, serta memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Pondok Pesantren Darul Amanah dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan PWD XI Jawa Tengah 2026. Sebanyak 35 Kwartir Cabang (Kwarcab) dijadwalkan mengikuti kegiatan ini dengan jumlah keseluruhan mencapai sekitar 770 peserta.
Dengan slogan “Bermakna”, PWD XI Jawa Tengah 2026 diarahkan untuk menghadirkan pengalaman kepramukaan yang memiliki dampak nyata, baik bagi peserta maupun masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Konsep PWD menempatkan pengabdian sebagai bagian penting dari kegiatan. Peserta tidak hanya mengikuti aktivitas perkemahan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Semangat tersebut diwujudkan melalui tiga pilar utama, yakni Sosial Kemasyarakatan, Ekonomi Kreatif, dan Ketahanan Berkelanjutan.
Pada bidang sosial kemasyarakatan, peserta diarahkan untuk mengenal dan mengembangkan kearifan lokal, membangun inklusivitas sosial, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Sementara pada bidang ekonomi kreatif, kegiatan diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi lokal, ekonomi kreatif, serta pemanfaatan transformasi digital, riset, dan inovasi.
Adapun pilar ketahanan berkelanjutan mencakup kepedulian terhadap lingkungan, penguatan masyarakat tangguh bencana, serta ketahanan pangan.
Semangat “karya nyata” semakin terlihat melalui agenda bakti yang menjadi salah satu bagian utama PWD XI Jawa Tengah 2026.
Kegiatan bakti terbagi dalam bentuk bakti fisik dan nonfisik. Bakti fisik antara lain diarahkan pada rehabilitasi fasilitas umum, pembangunan fasilitas publik berkelanjutan, serta rehabilitasi rumah masyarakat yang membutuhkan.
Sedangkan bakti nonfisik meliputi kegiatan Pramuka Mengajar, kewirausahaan digital, literasi digital, penyuluhan kesehatan, serta kegiatan kesehatan remaja sebaya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman, tetapi juga didorong untuk menghasilkan sesuatu yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
PWD XI Jawa Tengah 2026 juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan antarpeserta dari berbagai daerah.
Melalui kegiatan persaudaraan, peserta akan membangun kerja sama, gotong royong, kepedulian sosial, serta memperluas jaringan pertemanan antarkontingen.
Selain itu, kegiatan wawasan, keterampilan, subcamp, anjangsana, hingga pameran kuliner dan kesenian daerah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memperkaya pengalaman peserta.
Konsep tersebut memperlihatkan bahwa Pramuka tidak hanya belajar melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat.
Sebagai tuan rumah, Pondok Pesantren Darul Amanah menjadi ruang bertemunya Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Kehadiran para peserta di Darul Amanah diharapkan dapat menghadirkan semangat kebersamaan sekaligus memperkuat nilai pengabdian yang menjadi bagian penting dalam Gerakan Pramuka.
PWD XI Jawa Tengah 2026 pada akhirnya diarahkan untuk menerjemahkan nilai “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” dalam bentuk tindakan yang dapat dilihat dan dirasakan.
Dari perkemahan, lahir pengalaman. Dari kebersamaan, tumbuh persaudaraan. Dan dari semangat pengabdian, diwujudkan karya nyata untuk masyarakat.
Semangat itulah yang menjadi pesan utama PWD XI Jawa Tengah 2026 di Pondok Pesantren Darul Amanah: bergerak, berkarya, dan memberikan makna.


