BENGKULU, idmnews.net
14 OKTOBER 2026 –
Pemerintah Kota Bengkulu resmi meluncurkan rancangan strategis revitalisasi kawasan bersejarah Kota Tua Kampung China. Langkah diplomasi tata kota ini digagas langsung oleh Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dengan mengadopsi kesuksesan pengelolaan kawasan Kampung Glam di Singapura sebagai lanskap percontohan.
Langkah ini menandai babak baru bagi kawasan yang dahulu menjadi pusat nadi perekonomian Bengkulu. Melalui sentuhan modernisasi tanpa merusak nilai keaslian arsitektur pecinan klasik, Kampung China diproyeksikan bertransformasi menjadi destinasi unggulan berbasis wisata sejarah, budaya, dan ragam kuliner.
Menghidupkan Sejarah Lewat Ekonomi Kreatif
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa prinsip utama dari revitalisasi ini adalah merawat warisan masa lalu untuk menggerakkan roda ekonomi masa depan. Kemajuan zaman tidak seharusnya mengikis identitas kebudayaan daerah.
"Kawasan Kota Tua Kampung China menyimpan narasi sejarah yang sangat kuat bagi Bengkulu. Kami tidak memaksakannya kembali menjadi pusat perdagangan konvensional seperti puluhan tahun lalu, melainkan mereformulasinya menjadi destinasi wisata budaya dan ruang kreasi modern," ujar Dedy Wahyudi, Rabu (14/10).
Skenario tata ruang baru ini nantinya akan mengintegrasikan kafe estetik, restoran tematik, serta pusat jajanan UMKM yang menyajikan harmonisasi kuliner khas Tionghoa, Melayu, hingga India. Kawasan ini dirancang khusus menjadi ruang interaksi sosial (social space) yang inklusif dan sehat bagi kalangan muda serta wisatawan antargenerasi.
Poin Utama Transformasi Kampung China Bengkulu:
Pelestarian Arsitektur Otentik: Bangunan cagar budaya khas pecinan tetap dipertahankan keasliannya dan dipercantik dengan pencahayaan serta ornamen lampion estetik.
Pusat Atraksi Budaya Bulanan: Menampilkan kolaborasi pertunjukan seni secara berkala, mulai dari atraksi Barongsai hingga seni musik tradisional Tabut Dol khas Bengkulu.
Pemberdayaan UMKM Multietnis: Menyediakan wadah ekspresi ekonomi bagi pelaku usaha lokal yang menyajikan kuliner tradisi nusantara dan hidangan akulturasi.
Simbol Miniatur Indonesia: Menjadi ruang terbuka bagi ekspresi ragam etnis di Bengkulu, seperti Jawa, Minang, Sunda, Serawai, Rejang, Aceh, hingga Melayu.
Wujud Toleransi dan Kebinekaan
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur pariwisata, revitalisasi ini merupakan simbol penguatan toleransi antarumat beragama dan antarsuku di Bengkulu. Kehadiran ornamen pecinan yang berdampingan harmoni dengan kesenian lokal menegaskan predikat Bengkulu sebagai miniatur keberagaman Indonesia.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Bengkulu optimis ekosistem pariwisata daerah akan melonjak tajam, menciptakan lapangan kerja baru, serta membawa nama Bengkulu ke panggung pariwisata nasional maupun internasional.
"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Semoga ikhtiar ini dimudahkan, ekonomi UMKM kita melesat, dan warisan budaya tetap lestari. Kampung China siap menyala menjadi kebanggaan baru warga Bengkulu," tutup Dedy.
(Rido ).


