DAIK LINGGA, IDM NEWS—
Sekitar dua bulan masyarakat Kecamatan Lingga Timur dan Lingga Utara mengalami pemadaman lampu PLN secara tiba-tiba dan hidup mati secara mendadak. Kualitas layanan kelistrikan dari PLN ULP Daik di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, ini terus dikeluhkan oleh warga setempat.
Jeritan hati warga terdengar dari salah seorang penduduk Lingga Timur yang enggan disebutkan identitasnya. Ia menggambarkan betapa ritme hidup dan usaha harian warga kini menjadi tak menentu akibat aliran listrik yang kerap mati dan menyala secara berulang.
"Pemadamannya memang terbilang singkat, sekitar 10 hingga 15 menit, lalu kembali menyala. Namun tak berselang lama, listrik padam lagi secara tiba-tiba. Kejadian ini terus berulang saban hari, baik siang maupun malam," tuturnya kepada media IDM NEWS, Rabu (14/10/2026).
Selain mengganggu kenyamanan dan aktivitas harian, ketidakstabilan pasokan daya ini menghadirkan kecemasan nyata di benak warga. Mereka khawatir berbagai perangkat elektronik rumah tangga, seperti lemari es dan televisi, rentan mengalami kerusakan permanen akibat lonjakan voltase yang tak teratur.
"Kami sebagai masyarakat hanya memohon satu hal: pihak PLN ULP Daik segera mengambil langkah nyata untuk membenahi sistem yang tidak stabil ini. Jangan biarkan warga terus-menerus menanggung kerugian," tegasnya penuh harap.
Respons dan Klarifikasi PLN ULP Daik
Menanggapi gelombang keluhan tersebut, Koordinator Lapangan PLN ULP Daik, Bokop, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pelanggan yang terdampak, khususnya di wilayah Lingga Timur dan Lingga Utara.
Bokop mengungkapkan bahwa performa pembangkit mesin yang kurang stabil menjadi salah satu pemicu utama di balik ketidaknyamanan ini.
"Kondisi pembangkit mesin kami memang belum sepenuhnya stabil. Selaku koordinator lapangan, saya bersama tim senantiasa siaga dan turun langsung ke lokasi setiap kali terjadi gangguan mendadak," ujar Bokop saat memberikan klarifikasi kepada awak media.
Di sisi lain, Teknisi Listrik (TL) PLN ULP Daik, Muhammad Arif, membenarkan adanya kendala operasional di kedua kecamatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa selain faktor teknis internal mesin, tantangan alam di lintasan jaringan transmisi turut memegang peranan besar.
"Gangguan juga dipicu oleh faktor eksternal, seperti tumbangnya pepohonan serta aktivitas satwa yang menyentuh kabel jaringan distribusi, di samping dinamika kendala teknis lainnya," ungkap Arif.
Saat dikonfirmasi mengenai keberadaan Pimpinan maupun Manajer PLN ULP Daik untuk koordinasi penanganan strategis, Arif menyampaikan bahwa Manajer PLN ULP Daik saat ini tengah menjalankan tugas di Tanjungpinang, sementara pimpinan saat ini berada di Batam. Terkait permohonan akses kontak pimpinan untuk konfirmasi pers lebih lanjut, Arif menyatakan perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan jajaran atasan.
Hingga berita ini dipublikasikan, awak media IDM NEWS masih berupaya mendapatkan ruang komunikasi resmi bersama Pimpinan PLN ULP Daik guna menghadirkan penjelasan yang komprehensif serta solusi permanen bagi kenyamanan masyarakat Lingga.
(M. Dafit)


