KENDAL, IDMNEWS.NET-
Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah mulai mematangkan persiapan Perkemahan Prestasi Ma’arif NU ke-2 yang ditargetkan diikuti sekitar 4.270 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Persiapan tersebut dibahas dalam Temu Teknis Perkemahan Prestasi Ma’arif NU ke-2 yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kabupaten Kendal, Ahad (11/10/2026).
Agenda ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh unsur pelaksana dan perwakilan daerah memiliki pemahaman yang selaras menjelang kegiatan utama yang direncanakan berlangsung pada 13–16 Desember 2026 di tempat yang sama.
Berbagai aspek dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari mekanisme perlombaan, materi kegiatan, pengaturan keberangkatan kontingen, hingga pengenalan lokasi yang akan menjadi arena kompetisi.
Ketua Sako Ma’arif NU Jawa Tengah, H. Shobirin, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa temu teknis memiliki peran penting dalam menyatukan pemahaman panitia, peserta, dan para pendamping.
Menurutnya, kesamaan informasi diperlukan agar pelaksanaan kegiatan di lapangan berjalan sesuai rencana serta meminimalkan kesalahpahaman di antara kontingen dari berbagai daerah.
Ia menjelaskan, apabila seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah mengirimkan perwakilan, jumlah peserta yang terlibat diperkirakan mencapai 4.270 orang.
Salah satu pengembangan dalam Perkemahan Prestasi Ma’arif NU ke-2 ialah perluasan sasaran peserta. Jika sebelumnya kegiatan lebih berfokus pada jenjang MTs/SMP dan SMA/MA/SMK, kali ini siswa MI/SD juga memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi.
Untuk golongan Penggalang MI/SD, sejumlah cabang yang diperlombakan meliputi Pionering Pangkalan, Tata Upacara Pembukaan Latihan Penggalang, Baris-Berbaris, Scouting Skill, Lomba Cerdas Tangkas Pramuka (LCTP), serta Hasta Karya.
Sementara itu, peserta Penggalang tingkat MTs/SMP akan mengikuti cabang perlombaan yang mencakup pionering, tata upacara, baris-berbaris, keterampilan kepramukaan, LCTP, dan Hasta Karya. Sejumlah cabang diselenggarakan dengan kategori putra dan putri.
Pada golongan Penegak, kompetisi dirancang lebih beragam melalui Pionering, Baris-Berbaris, LCTP, Scouting Adventures, Speech Contest, Teknologi Tepat Guna, Traditional Games, dan Cooking Competition.
Persaingan juga berlangsung pada tingkat kontingen atau Sako Cabang. Kategori ini meliputi Yel dan Langkah Pramuka, Pentas Seni, Pawai atau Gebyar Bhinneka, Festival Kuliner Jawa Tengah, serta Pertendaan.
Ragam perlombaan tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi peserta dalam mengembangkan keterampilan, kreativitas, pengetahuan, kerja sama, dan kemampuan berkompetisi secara sehat.
Shobirin menyampaikan bahwa Perkemahan Prestasi Ma’arif NU ke-2 tetap mengusung semangat kegiatan sebelumnya, yakni menjadikan kepramukaan sebagai sarana pengembangan potensi dan pembentukan karakter generasi muda.
Selain perlombaan, kegiatan juga direncanakan memuat ekspedisi, sosial komunikasi, patriotisme, penguatan keterampilan, wisata, dan berbagai aktivitas pendukung lainnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu membentuk kader Pramuka Ma’arif NU yang tidak hanya unggul dalam keterampilan dan pengetahuan, tetapi juga mempunyai spiritualitas serta karakter yang kuat berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Menurutnya, kegiatan kepramukaan menjadi sarana strategis untuk melatih kemandirian pelajar melalui pengalaman langsung di luar ruang kelas. Dengan demikian, pendidikan karakter dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kemampuan akademik maupun nonakademik.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah, KH. Muhammad Fatwa, M.Pd., mengajak para pelajar di lingkungan Ma’arif NU agar memiliki kepercayaan diri ketika berhadapan dengan peserta didik dari lembaga pendidikan lainnya.
Ia menegaskan bahwa pelajar Ma’arif NU mempunyai potensi besar untuk berkembang dan bersaing melalui prestasi, keterampilan, serta kualitas karakter.
“Kita ini sebagai warga Nahdliyin jangan minder saat berhadapan dengan sekolah umum. Kita ini besar,” tegasnya.
KH. Muhammad Fatwa juga menyampaikan bahwa Darul Amanah memiliki pengalaman dalam kegiatan kepramukaan di tingkat internasional. Pesantren tersebut sebelumnya mengirimkan delegasi untuk mengikuti Jambore Pramuka Internasional ke-25 di Korea Selatan.
Selain itu, Darul Amanah baru-baru ini menjadi lokasi penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya Daerah XI Jawa Tengah.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Darul Amanah dalam mendukung aktivitas kepramukaan dan pembinaan generasi muda.
Dengan target ribuan peserta dan keterlibatan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, Perkemahan Prestasi Ma’arif NU ke-2 diharapkan menjadi wadah pengembangan potensi sekaligus penguatan karakter Pramuka Ma’arif NU di Jawa Tengah.



