Tambang PIP Diduga Beroperasi di Muara Kampak, Ekosistem Sungai dan Mangrove Terancam

 



Bangka Barat, idm-news.net-


Airnya hitam. Ikan mati. Hutan gundul, Itu potret *DAS Muara Kampak, Jebus* saat Tim OPSJURNAL turun langsung ke lapangan, Senin (11/8/2026). 


Aliran sungai yang keruh berlumpur itu bukan berhenti di Kampak. *Ia mengalir deras, membawa lumpur dan racun langsung ke Sungai Mendaru.* Ekosistem pesisir Jebus sedang dibunuh perlahan.


Penyebabnya satu: *TAMBANG PIP ILEGAL.* 

Suara dentuman mesin ponton mengema dari pagi sampai malam. Jalan masuknya? Hutan mangrove yang dibantai habis.


Dan semua itu jalan, karena ada *"UANG DAMAI 20%"*. 

*"Kalau mau aman, setor 20% hasil timah. Itu bahasa halusnya"*, beber warga Kampak.


Yang paling biadab: *Pos Polairud Polres Bangka Barat jaraknya tidak jauh dari lokasi.* Dentuman mesinnya sampai ke pos.


Tapi saat dikonfirmasi Tim OPSJURNAL, anggota Polairud berinisial *RD* cuma jawab enteng:


*"Saya tidak tahu pak soal tambang PIP itu"*


Tidak tahu?! Di depan mata, di depan telinga, di depan pos.


*"Ini bukan tidak tahu. Ini pura-pura tidak tahu! DAS Muara Kampak larinya ke Sungai Mendaru. Kalau ini dibiarkan, yang mati bukan cuma mangrove. Nelayan Mendaru ikut mati mata pencahariannya"*, sentak _Maryono_, Ketua Forum Nelayan Teluk Kelabat Dalam.


Pertanyaannya sekarang: 20% itu nyumbat kemana?

 

Sampai pengawasan segede ini bisa lumpuh total?


Hingga berita ini naik, pimpinan Polairud dan Polda Babel belum memberikan jawaban. 


Sumber: opsjurnal.asia

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

Iklan

 


نموذج الاتصال