📰
Berita Terkini
Informasi terbaru untuk pembaca INDOMETRO News
UPDATE 10 MENIT
Memuat berita terbaru...

Sidak di Bekasi, Menteri PU Murka Temukan Irigasi Mati hingga 1.000 Hektare Sawah Kekeringan



JAKARTA, idmnews. net 

Inspeksi mendadak Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ke Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 26 September 2026, memicu ketegangan. Dody meluapkan kemarahannya kepada Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU, Arnold Aristoteles, lantaran mendapati saluran irigasi tak berfungsi dan membuat sekitar 1.000 hektare sawah mengalami kekeringan hingga tujuh bulan.


Sidak tersebut dilakukan Dody setelah ia menerima laporan dari masyarakat yang kontras dengan laporan internal yang masuk ke meja kementerian. Merasa ada perbedaan antara data di atas kertas dan realitas di lapangan, ia turun langsung memantau kondisi para petani.


Di lokasi, Dody menemukan fakta bahwa saluran irigasi tersier di kawasan tersebut mati total akibat sedimentasi dan minimnya pemeliharaan. Ironisnya, aliran sungai besar yang tidak pernah kering berjarak hanya sekitar dua kilometer dari lahan persawahan yang meranggas itu.


"Ini ada saluran tersier, tapi sudah kering. Kata petani di sini mungkin keringnya sudah tujuh bulan. Padahal dekat dari sini, ada sekitar 2 kilometer ada sungai yang enggak pernah kering. Kita kerja gampang saja kan. Bapak tinggal tarik," ujar Dody di lokasi.


Lantaran geram, Dody langsung menghubungi Arnold Aristoteles melalui sambungan telepon. Ia mendesak agar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wilayah terdekat segera dikerahkan ke lokasi. Suasana memanas ketika Dody menolak mentah-mentah usulan bawahannya yang berniat menunda penanganan hingga keesokan harinya.

"Besok? Sekarang! Besok di mana sih lo? Kan sudah enggak dapat air tujuh bulan, baru besok. Sekarang! Jalan kamu sekarang!" Ucap Dody dalam percakapan tersebut.

Kementerian PU menegaskan bahwa teguran keras ini bukan berarti Arnold secara personal menjadi penyebab utama kekeringan sawah warga. Persoalan utamanya terletak pada evaluasi kinerja penanganan irigasi serta akurasi laporan birokrasi yang kerap meleset dari kondisi riil di tingkat akar rumput.


Sebagai pimpinan unit eselon I yang membawahi Direktorat Irigasi dan Rawa, Ditjen SDA menjadi pihak yang memegang kendali atas pengelolaan dan pengembangan jaringan air. Hingga  berita ini diturunkan, Kementerian PU belum memberikan keterangan lanjutan mengenai sanksi atau langkah korektif konkret pasca-sidak panas di Bekasi tersebut.


Sumber: Harian62info

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

Iklan

 


نموذج الاتصال