Bekasi, idm.news.net-
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bekasi berlangsung dengan suasana berbeda. Pagi itu, 85 warga binaan Yayasan Jamrud Biru ikut berdiri dalam barisan dan mengikuti upacara bendera di Mustikajaya, Senin (17/8/2026).
Di hadapan Sang Merah Putih, mereka memberikan penghormatan sebagaimana peserta upacara lainnya.
Sebagian mengenakan pakaian adat, sementara peserta lainnya menggunakan pakaian seragam sederhana. Meski demikian, suasana upacara berlangsung khidmat.
Bagi mereka, kegiatan tersebut bukan sekadar bagian dari perayaan kemerdekaan. Upacara juga menjadi bagian dari aktivitas pembinaan yang dirancang untuk melatih kedisiplinan, konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan mengikuti instruksi.
Belajar Berdiri, Belajar Mengikuti Arahan
Mengikuti upacara bagi sebagian orang mungkin merupakan kegiatan yang biasa dilakukan setiap tahun.
Namun bagi warga binaan Yayasan Jamrud Biru, prosesnya membutuhkan latihan.
Beberapa hari sebelum pelaksanaan, para peserta telah menjalani latihan untuk mempersiapkan diri mengikuti upacara. Dalam latihan tersebut, mereka belajar mengenali aba-aba, berdiri dalam barisan, memberikan penghormatan dan mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Sebelumnya, latihan pada 11 Agustus bahkan diikuti 97 pasien sebagai bagian dari persiapan.
Pada hari pelaksanaan, sebanyak 85 peserta akhirnya mengikuti upacara.
Ada yang bertugas, ada yang menjadi peserta barisan, dan ada pula yang membutuhkan pendampingan. Semuanya menjadi bagian dari sebuah kegiatan yang memberikan ruang bagi mereka untuk berpartisipasi dalam peringatan kemerdekaan.
Kemerdekaan Juga tentang Kesempatan
Momentum 17 Agustus biasanya identik dengan lomba, upacara dan berbagai kegiatan masyarakat.
Tetapi dari halaman Yayasan Jamrud Biru, makna kemerdekaan terlihat dari sisi yang berbeda.
Kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk dilibatkan, dihargai dan diberi ruang untuk beraktivitas sesuai kemampuan.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa warga binaan dengan gangguan jiwa tetap dapat mengambil bagian dalam kegiatan sosial ketika diberikan pendampingan dan kesempatan yang tepat.
Karena itu, perhatian terhadap mereka tidak semestinya berhenti pada persoalan kesehatan. Ada pula aspek sosial yang perlu dibangun agar mereka tetap memiliki ruang untuk berinteraksi dan menjalani aktivitas yang bermakna.
Bukan Sekadar Upacara
Di balik barisan peserta upacara, terdapat proses pembinaan yang tidak selalu terlihat.
Latihan berulang, mengikuti instruksi, menjaga konsentrasi dan menyelesaikan rangkaian kegiatan merupakan bagian dari proses tersebut.
Dengan pendekatan itu, upacara menjadi lebih dari sekadar kegiatan seremonial tahunan.
Ia menjadi ruang pembelajaran.
Dan pada akhirnya, ketika Merah Putih dikibarkan dan 85 warga binaan memberikan penghormatan, pesan yang muncul terasa sederhana:
Setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.
(Mhf258/IDMNEWS)


