WAJO, Lensakriminal.net —
Masyarakat Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mengeluhkan pelayanan di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Warga meminta pihak manajemen SPBU meningkatkan transparansi dan memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh konsumen, khususnya dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Keluhan masyarakat muncul menyusul dugaan adanya operator SPBU yang memberikan pelayanan berulang kepada konsumen tertentu. Warga menyebut, terdapat kendaraan yang diduga dilayani hingga dua sampai tiga kali dalam pengisian menggunakan kendaraan yang sama.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pemerataan pelayanan dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi. Warga berharap tidak ada konsumen yang mendapatkan perlakuan istimewa, sementara masyarakat lainnya harus mengantre dalam waktu lama untuk memperoleh BBM.
“Pelayanan harus adil dan transparan. Jangan sampai ada konsumen yang bisa mengisi berulang kali, sedangkan masyarakat lain harus menunggu berjam-jam,” demikian keluhan yang disampaikan warga.
Selain persoalan pelayanan, masyarakat juga mengeluhkan ketersediaan BBM bersubsidi yang dinilai tidak menentu. Dalam kondisi tertentu, warga mengaku harus mengantre berjam-jam, tetapi stok BBM terkadang cepat habis sehingga mereka terpaksa menunggu hingga 1 x 24 jam untuk mendapatkan bahan bakar.
Warga juga menyoroti adanya kendaraan tertentu yang keluar masuk area SPBU. Aktivitas tersebut dinilai perlu mendapat pengawasan lebih ketat agar penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan dan tidak merugikan konsumen yang berhak.
Masyarakat mengingatkan bahwa BBM bersubsidi merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi kelompok konsumen yang berhak sesuai aturan pemerintah. Karena itu, penyalurannya harus diawasi agar tidak disalahgunakan atau dialihkan untuk kepentingan industri maupun kegiatan pertambangan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta manajemen SPBU melakukan evaluasi terhadap kinerja operator, memperketat pengawasan pengisian berulang, serta memastikan seluruh transaksi dan penyaluran BBM dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Warga juga berharap pihak terkait, termasuk pengawas distribusi BBM, dapat melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi pelanggaran dalam pelayanan maupun penyaluran BBM bersubsidi.
Transparansi dinilai penting untuk mencegah munculnya kecurigaan di tengah masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan konsumen terhadap pelayanan SPBU. Pengawasan yang konsisten juga diharapkan dapat memastikan ketersediaan BBM bersubsidi lebih merata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Masyarakat Pitumpanua menegaskan bahwa mereka tidak meminta perlakuan khusus, melainkan pelayanan yang adil, terbuka, dan sesuai aturan. Mereka berharap pihak manajemen SPBU segera menanggapi keluhan tersebut serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengisian dan pengawasan penyaluran BBM.
Hingga berita ini disusun, keluhan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak manajemen SPBU terkait. Dugaan pelanggaran pelayanan maupun penyaluran BBM bersubsidi perlu ditelusuri lebih lanjut berdasarkan bukti dan keterangan dari pihak-pihak terkait.
Catatan redaksi: Karena belum ada konfirmasi dari pihak SPBU, gunakan kata dugaan untuk menjelaskan keluhan warga dan mintalah tanggapan manajemen sebelum berita diterbitkan.


