BENGKULU, IDMNEWS.NET-
16/10/2026
Citra Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang selama ini identik dengan tindakan penertiban kaku perlahan mulai bergeser di Kota Bengkulu. Di bawah kepemimpinan Kepala Satpol PP Sahat Marulitua Situmorang, institusi penegak Peraturan Daerah (Perda) ini makin memantapkan transformasinya menjadi garda terdepan pelayan dan penolong masyarakat melalui program PRABAWA (Praja Wibawa Pembina Warga).
Berdasarkan publikasi resmi Dinas Komunikasi dan Informatika melalui Media Center Kota Bengkulu (InfoPublik), komitmen perubahan paradigma tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Penilaian itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas SDM PRABAWA di Kantor Satpol PP Kota Bengkulu, Jumat (16/10/2026).
Menariknya, sebagai bentuk dukungan moral dan soliditas terhadap jajarannya, Wali Kota Dedy hadir dengan mengenakan seragam resmi Satpol PP. Dalam kesempatan itu, Dedy menyebut perubahan pendekatan ini sebagai tonggak baru keberadaan Satpol PP di Bumi Rafflesia.
“Terima kasih sudah membuat perubahan yang nyata. Selama Satpol PP ada di Kota Bengkulu, ini merupakan puncak kejayaannya. Namun jangan cepat merasa puas, terus tingkatkan kinerja dan melahirkan inovasi baru,” ujar Dedy sebagaimana dikutip dari rilis pers Media Center Pemkot Bengkulu.
Aksi Multitasking Berorientasi Masalah Warga.
Pendekatan humanis yang diusung PRABAWA dibuktikan lewat jargon PALUGADA (Apa yang Warga Perlu, PRABAWA Satpol PP Selalu Ada). Penanganan yang dilakukan tidak lagi sebatas ketertiban umum atau penataan pasar, melainkan mencakup berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Wali Kota Dedy juga menyoroti bagaimana personel PRABAWA aktif memberikan bantuan langsung di lapangan, seperti menolong warga yang sakit, mendampingi korban musibah, hingga merespons aduan warga yang terjerat persoalan pinjaman online (pinjol).
“Hal-hal seperti ini yang mampu meningkatkan kepercayaan publik (public trust). Ada yang sakit dibantu, kena musibah dibantu, bahkan korban pinjol pun dibantu. Penataan kota dan penertiban pasar tetap penting, namun wajib mengedepankan pendekatan yang persuasif, humanis, dan sesuai aturan,” tegas Dedy.
Peningkatan Kapasitas dan Penguatan Kesejahteraan.
Kasatpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, mengungkapkan bahwa transformasi ini memerlukan kesiapan fisik dan mental seluruh personel. Oleh karena itu, agenda evaluasi tersebut turut membekali anggota dengan pelatihan teknis penyelamatan (rescue) serta penanganan sosial berkolaborasi dengan narasumber dari Basarnas dan Kementerian Sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Sahat juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kota Bengkulu dapat memberikan perhatian lebih terhadap operasional dan penyesuaian kesejahteraan anggota seiring makin luasnya cakupan tugas PRABAWA.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bengkulu menegaskan komitmen Pemkot untuk mengkaji formulasi kesejahteraan dan sarana pendukung operasional personel pada tahun anggaran mendatang.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan penyematan ban lengan secara simbolis oleh Wali Kota kepada jajaran PRABAWA sebagai simbol penguatan peran dan tanggung jawab Satpol PP sebagai pengayom masyarakat Kota Bengkulu.
(Rido).



