Jaringan Peredaran Sabu Gunting Saga Resahkan Warga, Publik Ragukan Kinerja Kapolres Dan Kasat narkoba polres labuhan batu!!!
![]() |
| Dok: Lokasi Lapak Narkoba Di Kebun Sawit milik Warga Di Ginting Saga, Labura. |
LABUHANBATU UTARA , IDMNEWS.NET-
Wilayah Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Provinsi Sumatera Utara, kini tengah menghadapi situasi darurat peredaran gelap narkotika. Peredaran sabu-sabu di kawasan tersebut dilaporkan semakin marak dan terang-terangan, memicu keresahan mendalam serta kemarahan dari masyarakat setempat yang merasa masa depan generasi muda terancam akibat lambannya penegakan hukum.
Berdasarkan investigasi dan informasi yang dihimpun tim redaksi dari masyarakat setempat, seorang pria berinisial IN alias Tupang disorot tajam oleh warga sebagai bandar besar yang mengendalikan jaringan peredaran sabu di wilayah Gunting Saga. Praktik haram ini dijalankan secara terorganisir. Dalam menjalankan bisnis gelapnya, IN Tupang tidak bekerja seorang diri, melainkan melibatkan sejumlah kaki tangan untuk memperlancar operasional transaksi narkoba.
Warga menyebutkan bahwa IN Tupang merekrut dua orang kepercayaan berinisial Yudidan Doyok. Kedua orang tersebut dipekerjakan sebagai anggota "piket timbangi stilah lokal yang digunakan untuk menyebut penjaga atau pengawas proses penimbangan dan transaksi sabu di lapangan agar jaringan tersebut tetap aman dari pantauan warga sekitar maupun aparat penegak hukum.
Keresahan warga di Gunting Saga kini telah berubah menjadi kemarahan terbuka. Pasalnya, aktivitas peredaran narkoba yang diduga dikomandoi oleh IN Tupang bersama Yudi dan Doyok ini berlangsung secara terang-terangan dan seolah-olah kebal hukum.
Masyarakat setempat mengaku sudah sangat muak dengan sikap dan kinerja aparat kepolisian setempat. Berdasarkan pengakuan warga, pihak Polsek Kualuh Selatan, Kapolres Labuhanbatu, serta Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu dinilai tidak tegas dan tutup mata terhadap maraknya peredaran sabu di wilayah hukum mereka.
"Kami sudah sangat muak. Aparat kepolisian terkesan hanya menjadi penonton saja tanpa ada tindakan nyata di lapangan. Tempat-tempat peredaran ini sudah jelas, tetapi kenapa tidak pernah disentuh hukum?" ujar salah seorang warga Gunting Saga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Warga menilai pembiaran yang terkesan terus berlanjut ini menimbulkan preseden buruk di tengah masyarakat. Kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum di tingkat polsek dan polres kini berada di titik nadir, lantaran aduan dan keluhan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu kerap bertepuk sebelah tangan.
Mengingat situasi yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi, masyarakat Gunting Saga secara tegas menyatakan bahwa mereka sudah kehilangan harapan terhadap jajaran di tingkat lokal. Warga menilai bahwa mengharapkan tindakan tegas dari Polsek Kualuh Selatan dan Polres Labuhanbatu adalah sebuah kesia-siaan belaka.
Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat Gunting Saga menyampaikan seruan dan harapan besar kepada Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) yang baru. Warga memohon agar Kapolda Sumut segera turun tangan secara langsung dengan menurunkan Tim Khusus (Timsus) dari tingkat Polda untuk melakukan penindakan dan menggerebek jaringan narkoba yang dipimpin oleh IN Tupang.
Warga berharap kehadiran tim independen dari Polda Sumut dapat membersihkan wilayah Kualuh Selatan dari cengkeraman bandar-bandar narkoba yang selama ini diduga berlindung di balik lemahnya pengawasan aparat setempat.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen Kapolda Sumut dalam memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya, sekaligus mengembalikan marwah dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia di Sumatera Utara.
By:(Eka Nanda Riski Hasibuan)


