Padang, idmnews.net
Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu (10/10/2026). Bencana ini mengakibatkan ratusan warga terdampak, rumah terendam, serta sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan.
Berdasarkan laporan penanganan bencana yang dipublikasikan pada Senin (12/10/2026), sebanyak 672 warga dilaporkan mengungsi. Sementara itu, data dampak awal mencatat sekitar 120 rumah terendam banjir. Pendataan masih dilakukan oleh petugas di lapangan.
Tiga Kecamatan Terdampak Banjir
Banjir melanda tiga kecamatan di Kota Padang, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Sejumlah kelurahan yang dilaporkan terdampak meliputi Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.
Hujan deras menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke kawasan permukiman. Luapan Sungai Lubuk Minturun dan Batang Guo dilaporkan turut mengakibatkan genangan di sejumlah titik.
Ratusan Warga Dievakuasi
Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan unsur terkait melakukan penanganan darurat serta evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
Dalam laporan penanganan yang dipublikasikan sebelumnya, sebanyak 238 warga telah dievakuasi. Petugas memprioritaskan keselamatan warga, terutama kelompok rentan dan masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai serta kawasan dengan genangan tinggi.
Rumah Rusak dan Akses Jalan Terputus
Dampak banjir tidak hanya berupa genangan di permukiman. Data yang dilaporkan BPBD Kota Padang juga mencatat empat rumah mengalami kerusakan sedang dan satu rumah rusak berat. Selain itu, terdapat kerusakan pada bendungan serta akses jalan yang terputus di wilayah terdampak.
Kerusakan tersebut berpotensi menghambat aktivitas warga dan proses pemulihan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pendataan serta penanganan terhadap dampak bencana.
BPBD Salurkan Air Bersih
Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, BPBD Kota Padang menyalurkan sebanyak 9.000 liter air bersih ke dua titik di Kecamatan Koto Tangah, yakni Masjid Raya Ikur Koto dan kawasan Pasia Nan Tigo.
Penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari warga, termasuk minum, memasak, mandi, dan sanitasi setelah banjir. BPBD menyatakan penyaluran dapat dilanjutkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Warga Diminta Tetap Waspada
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan kawasan rawan banjir diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras kembali turun.
Warga diminta memperhatikan perubahan debit air, mengikuti arahan petugas, serta segera menuju tempat aman apabila kondisi di lingkungan sekitar membahayakan keselamatan.
Pemerintah dan petugas gabungan terus melakukan penanganan serta pemantauan di wilayah terdampak. Masyarakat diharapkan mengutamakan keselamatan dan mengakses informasi kebencanaan melalui kanal resmi pemerintah.
Sumber: raimas86.net


