📰
Berita Terkini
Informasi terbaru untuk pembaca INDOMETRO News
UPDATE 10 MENIT
Memuat berita terbaru...

Erupsi Gunug Anak Krakatau Sebar Abu Vulkanik, Sejumlah Badara Ditutup dan Penerbangan Terganggu

 


Jakarta – idm-news.net

Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, berdampak signifikan terhadap aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Sebaran abu vulkanik yang mencapai ketinggian hingga sekitar 15 kilometer membuat otoritas penerbangan mengambil langkah penutupan sementara sejumlah bandara demi menjaga keselamatan penerbangan.

Aktivitas erupsi menerus Gunung Anak Krakatau mulai teramati sejak Jumat (4/9/2026) malam dan berlanjut hingga akhir pekan. Abu vulkanik kemudian terbawa angin ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jakarta dan bagian Lampung. Kondisi tersebut membuat ruang udara di sekitar jalur penerbangan harus mendapat pemantauan ketat karena partikel abu vulkanik dapat membahayakan mesin pesawat serta sistem penerbangan.

Pada puncak dampaknya, delapan bandara sempat ditutup sementara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Budiarto, Husein Sastranegara, Taufiq Kemas, Pondok Cabe dan Atung Bungsu Pagar Alam. Penutupan dilakukan berdasarkan perkembangan sebaran abu vulkanik dan hasil pemantauan keselamatan penerbangan.

Gangguan tersebut turut berdampak pada ribuan penerbangan dan ratusan ribu penumpang. Sejumlah penerbangan mengalami pembatalan, penundaan maupun pengalihan rute. Kondisi ini juga memberikan efek lanjutan terhadap distribusi logistik dan mobilitas masyarakat, sehingga moda transportasi darat dan laut menjadi alternatif untuk membantu mengurangi dampak terganggunya penerbangan.

Pemerintah bersama Kementerian Perhubungan, BMKG, PVMBG dan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) terus memantau pergerakan abu vulkanik. Pemeriksaan di bandara juga dilakukan secara berkala, termasuk melalui paper test untuk memastikan tidak ada sisa abu vulkanik yang dapat membahayakan operasional pesawat. Pemerintah menegaskan bahwa pembukaan kembali bandara dilakukan secara bertahap setelah aspek keselamatan dinyatakan terpenuhi.

Perkembangan terbaru menunjukkan sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak mulai kembali beroperasi. Bandara Soekarno-Hatta dan beberapa bandara lainnya telah dibuka secara bertahap setelah kondisi sebaran abu membaik. Namun, otoritas penerbangan tetap melakukan pemeriksaan terhadap pesawat dan fasilitas bandara sebelum seluruh aktivitas kembali normal.

Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang, pemerintah juga menyiapkan sejumlah bandara alternatif serta memperkuat konektivitas melalui transportasi darat. Bandara Kertajati, Juanda, Ahmad Yani, Adi Sumarmo dan Yogyakarta termasuk fasilitas yang disiapkan untuk mendukung pengalihan penerbangan. Transportasi darat melalui bus dan kereta api juga diperkuat untuk membantu mobilitas penumpang dari dan menuju bandara alternatif.

Di sisi lain, transportasi laut di kawasan Selat Sunda masih menjadi salah satu jalur alternatif bagi masyarakat. Jalur penyeberangan Merak–Bakauheni dilaporkan tetap beroperasi, meskipun pengguna jasa dan operator diminta mengikuti perkembangan kondisi serta arahan dari otoritas terkait.

Pemerintah memastikan penanganan dampak erupsi terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan pengguna jasa transportasi. Penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan juga diberikan hak sesuai ketentuan, termasuk pengembalian biaya tiket secara penuh untuk penerbangan yang dibatalkan.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, kondisi sebaran abu vulkanik serta status operasional bandara sebelum melakukan perjalanan. Perubahan arah dan kecepatan angin dapat membuat sebaran abu berubah dengan cepat sehingga kondisi ruang udara tetap menjadi perhatian utama otoritas penerbangan.

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

Iklan

 


نموذج الاتصال