📰
Berita Terkini
Informasi terbaru untuk pembaca INDOMETRO News
UPDATE 10 MENIT
Memuat berita terbaru...

Angkutan Pelajar Malang Resmi Jalan, Disiplin Sopir Jadi Penentu Keamanan Siswa


MALANG — idm-news.net-

Program angkutan pelajar di Kota Malang resmi memasuki tahap operasional pada Senin (31/8/2026). Armada mulai melayani pelajar sejak pukul 05.45 WIB, sementara seremoni peluncuran dijadwalkan berlangsung di Balai Kota Malang pada pukul 08.00 WIB.

Dimulainya layanan tersebut bukan sekadar menambah pilihan transportasi bagi siswa. Program ini sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah daerah dan para pengemudi angkutan kota dalam memastikan perjalanan pelajar berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, pengemudi telah mendapatkan sosialisasi mengenai sejumlah ketentuan sebelum layanan dijalankan.

Salah satu aturan yang ditekankan adalah larangan merokok selama angkutan pelajar beroperasi. Ketentuan tersebut berlaku bukan hanya bagi pengemudi, tetapi juga bagi para pelajar yang menggunakan layanan.

Pengemudi juga diwajibkan mengenakan seragam. Meski kendaraan telah diberi penanda berupa stiker angkutan pelajar gratis, seragam tetap diperlukan sebagai identitas agar siswa dapat membedakan armada tersebut dengan angkutan kota lainnya.

Bukan Sekadar Angkot Gratis

Penggunaan armada angkutan kota eksisting membuat layanan ini memiliki karakter berbeda dibandingkan moda transportasi pelajar yang sebelumnya menggunakan bus dengan fasilitas lebih lengkap.

Salah satu perbedaan yang paling terasa adalah fasilitas pendingin udara. Angkutan pelajar ini tidak seluruhnya menawarkan fasilitas AC seperti bus angkutan pelajar.

Pemerintah mengharapkan pelajar dapat memahami kondisi tersebut karena program juga diarahkan sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan angkutan kota yang sudah beroperasi di Kota Malang.

Namun, aspek fasilitas bukan satu-satunya ukuran keberhasilan program.

Keamanan, kedisiplinan, ketepatan waktu, perilaku pengemudi, hingga kemampuan armada melayani kebutuhan siswa akan menjadi indikator penting yang akan menentukan apakah program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Jam Operasional Menjadi Tantangan

Dengan operasional yang berlangsung sejak pagi, pengemudi dituntut mampu menjaga konsentrasi dan pelayanan selama mengantar siswa.

Dishub menyebut waktu operasional angkutan pelajar relatif singkat, sekitar 1,5 jam. Kondisi tersebut diharapkan membuat pengemudi dapat menjaga disiplin selama menjalankan tugas.

Bagi pemerintah, keberadaan layanan ini diharapkan dapat membantu mobilitas pelajar sekaligus memberikan ruang bagi angkutan kota untuk tetap mengambil bagian dalam pelayanan transportasi publik.

Di sisi lain, masyarakat tentu akan menilai program berdasarkan pengalaman di lapangan.

Jika armada datang tepat waktu, pengemudi tertib, siswa merasa aman, dan tidak terjadi persoalan selama perjalanan, kehadiran angkutan pelajar berpotensi menjadi solusi transportasi yang efektif.

Sebaliknya, apabila kedisiplinan dan standar pelayanan tidak konsisten, program tersebut berisiko hanya menjadi kebijakan yang terlihat baik pada tahap peluncuran tetapi tidak optimal dalam pelaksanaan.

Karena itu, hari pertama pengoperasian bukanlah garis akhir. Justru menjadi awal dari pengawasan terhadap kualitas layanan angkutan pelajar di Kota Malang.

Pemerintah, pengemudi, sekolah, orang tua, dan para pelajar memiliki peran masing-masing agar moda transportasi tersebut benar-benar menjadi layanan publik yang aman, tertib, dan dapat dipercaya.

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

Iklan

 


نموذج الاتصال