Penataan kawasan bantaran Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Sebanyak 32 bangunan yang berdiri di sepanjang bantaran sungai ditertibkan pada Rabu (12/8/2026).
Penertiban berlangsung di sejumlah titik, meliputi Desa Srimahi dan Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, serta Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi.
Dari 32 bangunan yang ditertibkan, sebanyak 20 bangunan berada di wilayah Tambun Utara, sedangkan 12 lainnya berada di Kecamatan Sukawangi.
Kasat Pol PP Kabupaten Bekasi Surya Wijaya mengatakan, langkah tersebut bukan hanya berkaitan dengan penertiban bangunan, tetapi menjadi bagian dari rencana penataan kembali kawasan Kali CBL.
“Pada hari ini kita melaksanakan penertiban bangunan liar di sepanjang ruas Kali CBL. Jumlah bangunan yang kita tertibkan ada 32, terdiri dari 20 di Tambun Utara dan 12 di Kecamatan Sukawangi,” ujar Surya.
Menurut Surya, kondisi Kali CBL saat ini mengalami sedimentasi sehingga berpengaruh terhadap fungsi aliran sungai. Karena itu, penertiban bangunan dilakukan untuk memberikan ruang bagi pekerjaan normalisasi.
Rencana penataan tersebut nantinya dilanjutkan dengan pembangunan tanggul pada kedua sisi sungai. Pekerjaan teknisnya disiapkan berdasarkan perencanaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi.
“Penertiban ini dalam rangka kegiatan normalisasi Sungai CBL yang memang banyak sedimentasinya. Menurut informasi dari Dinas PUPR, nantinya akan dibuat tanggul baik di sisi kiri maupun sisi kanan,” jelasnya.
Libatkan 250 Personel Gabungan
Proses penertiban tidak dilakukan oleh Satpol PP seorang diri. Sekitar 250 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Personel tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, perangkat daerah terkait, PLN, Perum Jasa Tirta (PJT), Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Surya mengatakan seluruh proses di lapangan berjalan tanpa gangguan berarti. " Alhamdulillah sejauh ini lancar, aman, dan tertib. Tidak ada kendala,” katanya.
Namun, penataan Kali CBL dipastikan belum selesai pada 32 bangunan yang ditertibkan kali ini.
Pemerintah daerah masih memetakan sejumlah titik lain di sepanjang bantaran, termasuk kawasan menuju BSH Karangbahagia. Beberapa bagian bantaran dilaporkan mengalami kondisi ambles sehingga dinilai perlu mendapat penanganan lebih lanjut.
“Untuk arah BSH Karangbahagia dan titik lainnya, sementara kita menunggu informasi lebih lanjut. Namun memang sudah ada rencana. Sepanjang bantaran ada beberapa titik yang ambles dan pasti akan ada rencana penertiban dalam rangka normalisasi dan penataan tanggul Kali CBL,” ungkap Surya.
Warga Diminta Tidak Membangun Kembali
Pemkab Bekasi juga mengingatkan warga agar tidak kembali mendirikan bangunan di area yang telah ditertibkan.
Bagi masyarakat yang masih menjalankan aktivitas di bantaran Kali CBL, pemerintah meminta agar mulai mempersiapkan diri apabila lokasi tempat tinggal maupun usaha mereka masuk dalam rencana penataan berikutnya.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Bekasi, khususnya yang berada di ruas bantaran Kali CBL, bagi yang sudah ditertibkan agar tidak membangun kembali. Bagi yang sudah terlanjur membangun, kami mengimbau agar bersiap-siap untuk berkemas dan mencari tempat usaha atau tempat lainnya,” tutur Surya.
Penataan bantaran Kali CBL menjadi perhatian pemerintah karena sungai memiliki peran penting dalam mengalirkan air sekaligus mendukung upaya pengendalian banjir di wilayah Kabupaten Bekasi.
Dengan normalisasi, penataan bantaran dan rencana pembangunan tanggul, pemerintah berharap kapasitas serta fungsi Kali CBL dapat kembali optimal.
Di sisi lain, keberlanjutan program tersebut akan sangat bergantung pada penataan kawasan secara menyeluruh dan kepatuhan masyarakat untuk tidak kembali menggunakan area bantaran sungai sebagai lokasi bangunan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap proses penertiban yang dilakukan secara bertahap dapat menjadi bagian dari pembenahan Kali CBL dalam jangka panjang, sehingga sungai dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan kawasan di sekitarnya menjadi lebih tertata.
(Mhf258/IDMNEWS)


